Pada tulisan sebelumnya sudah kami sharing mengenai bekal wajib yang harus Anda miliki jika ingin memperoleh kebahagiaan hidup dikehidupan berikutnya setelah mati (kehidupan di akhirat). Dan sekarang kami ingin sharing mengenai bekal yang sifatnya utama yang sebaiknya anda bawa di kehidupan akhirat nantinya.

Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat (mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.

~ An-Nisaa Ayat 103 ~

Shalat 5 (lima) waktuAbu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Maka, jika shalatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Dan jika shalatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi. Jika berkurang sedikit dari shalat wajibnya, maka Allah Ta’ala berfirman, ‘Lihatlah apakah hamba-Ku memiliki shalat sunnah.’ Maka disempurnakanlah apa yang kurang dari shalat wajibnya. Kemudian begitu pula dengan seluruh amalnya.”
(HR. Tirmidzi)

Itulah bekal utamanya, yaitu shalat, shalat 5 waktu yang diwajibkan untuk semua ummat muslim (ummat islam) yang sudah mencapai usia minimal balik.

Adapun untuk pria kewajiban shalat lima waktunya hukumnya Sangat Mendekati Wajib untuk dilakukan secara berjamaah di mesjid, sementara untuk wanita dilaksanakan dirumah (tapi jika ingin dimesjid tidak boleh dilarang)

Karena ini adalah bekal utama Anda, maka lakukanlah sebaik mungkin dan tidak boleh ditinggalkan (kecuali adanya halangan/uzur tertentu. Hafal semua bacaan-bacaan yang dibaca waktu shalat, dan juga perhatikan tatacara shalat yang benar, yaitu tatacara shalat seperti yang dilakukan Rasulullah.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Shalatlah sebagaimana kalian melihat aku mengerjakan shalat.”
(HR. Bukhari)

Dan supaya pelaksanaan shalat wajib 5 waktu ini lebih sempurna dan lebih dirasakan manfaat-nya, maka sebaiknya Anda juga mengetahui/menghafal arti (terjemahan) dari bacaan-bacaan shalat tersebut. Dengan mengetahui arti/terjemahan dari bacaan-bacaan shalat akan membantu Anda untuk khusu’ dan lebih menghayati pelaksanaan ibadah shalat tersebut.

Jadi dalam mengumpulkan bekal utama Anda untuk perjalanan dikehidupan berikutnya nanti (kehidupan akhirat), yaitu ibadah shalat 5 waktu, maka berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengumpulkan amalan ibadah shalat 5 waktu ini, yaitu:

1. Kerjakan shalat 5 waktu selama Anda masih hidup di dunia ini, jangan sampai ditinggalkan ataupun bolong-bolong.
2. Perhatikan tatacara melakukan shalat yang benar seperti yang dicontohkan Rasulullah
3. Ketahui dan hafal bacaan-bacaan shalat
4. Untuk pria kerjakanlah secara ber-jamaah di mesjid. Sementara untuk wanita dilakukan dirumah, tapi kalau mau dilakukan di mesjid juga boleh.
5. Supaya lebih sempurna pelaksanannya, maka tingkatkan kualitas ibadah shalat Anda dengan mengetahui dan menghafal arti atau terjemahan dari bacaan-bacaan shalat tersebut.

Jadi dalam hal mengumpulkan amal ibadah shalat 5 waktu ini, yang menjadi bekal dan amalan utama yang akan diminta dan ditanyakan nanti oleh Allah dikehidupan akhirat, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaannya seperti yang kami sebutkan diatas.

Jadi tidak asal shalat saja, tetapi ada tatacara dan aturan main dalam pelaksanaannya yang harus diperhatikan. Jangan sampai kita melakukan shalat, tetapi termasuk orang-orang yang merugi seperti yang disebutkan dalam alqur’an berikut ini:

Ayat 4: Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat,

Ayat 5: (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,

~ Al-Maa'uun ~

Bagaimana yang dimaksud dengan lalai dalam ayat tersebut?

Lalai disini bisa bermacam-macam, diantaranya adalah mereka yang tidak pernah shalat sama sekali, atau mereka yang bolong-bolong shalatnya. Lalai disini juga bisa berarti tidak memperhatikan dan lalai dalam mengikuti rukun-rukun shalat. Termasuk disini adalah Lalai dalam bentuk tidak melaksanakan hal-hal yang menyempurnakan shalat itu sendiri.